home

Karmel Lembang



text

Jadwal Perayaan Pekan Suci 2010

Rabu 24 Maret 2010, Pk 18.00
Ibadat tobat bersama
Dilanjutkan dengan pengakuan dosa secara pribadi.

Sabtu 27 Maret, Pk 17.45 dan Minggu 18 Maret, Pk 08.00
Minggu Palma
Umat diharapkan turut berpartisipasi membawa daun palma, walaupun pihak gereja sudah menyiapkan.

Kamis 1 April 2010, Pk 19.00
Kamis Putih

Dilanjutkan dengan tuguran seusai misa.
Diharapkan umat dapat menemani Yesus secara bergiliran selama masing-masing 1 jam hingga Pk 24.00.

Jumat 2 April 2010, Pk 08.00
Jalan salib untuk umum.

Jumat 2 April 2010, Pk 09.00

Jalan salib untuk anak-anak.

Jumat 2 April 2010, Pk 15.00
Upacara Penghormatan Salib

OMK Paroki St. Fatima Lembang akan berjualan bunga untuk penghormatan salib.

Sabtu 3 April 2010, Pk 19.00
Sabtu Suci / Malam Paskah

OMK Paroki St. Fatima Lembang akan berjualan lilin.
Seusai misa, dilanjutkan dengan acara ramah tamah di Aula Griya Fatima.

Minggu 4 April 2010, Pk 08.00
Hari Raya Paskah

Seusai misa, dilanjutkan dengan acara Perayaan Paskah bersama Bina Iman Anak dan dewasa di Pasturan Pasirhandap.

text

Pastur Paroki St. Maria Fatima Lembang yang baru

Romo Thomas Sunarto, Pr. atau yang lebih akrab disapa dengan Rm. Narto, menggantikan tugas Rm Hilman yang sekarang diutus untuk menggembalakan umatnya di Purwakarta. Tiga tahun imamat pertamanya dihabiskan di Tasikmalaya sebagai pastur pembantu, satu setengah tahun selanjutnya menemani frater-frater di Fermentum, Bandung dan setelah itu menjadi pastur paroki di Lembang. Semoga pastur baru ini bisa kerasan di Lembang dan dapat lebih memajukan lagi umat paroki lembang. Berikut foto Rm Narto saat acara lepas sambut.
Misa ‘sertijab’ menurut Rm. Wirasmohadi
Dari kiri : Rm. Sunarto, Rm. Wirasmohadi, Rm. Hilman
Makan bersaam di Griya Fatimah untuk menyambut pastur baru

text

Misa malam natal dan Hari natal

Misa malam natal : 24 Desember, pk 19.00

Misa hari raya natal : 25 Desember, pk 08.00

Parkir terbatas, diharapkan bagi umat setempat maupun tamu yang menginap di dekat gereja untuk berjalan kaki ke gereja, atau 1 mobil dapat dipenuhi penumpang hingga lebih efisien.

22 December 2009

Comments (View)
text

Misteri Kafan Yesus, Tubuh Dalam Kafan Itu Melayang

TURIN, KOMPAS.com — Kain kafan dari Turin (shroud of Turin) telah lama menjadi kajian para ahli yang ingin mengungkap rahasianya. Kain kafan ini dipercayai sebagai kafan pembungkus Yesus setelah disalibkan.

Ilmuwan kini mengungkap bahwa tubuh yang diselubungi kafan itu tidak tergolek di atas batu, tetapi melayang atau tanpa bobot sehingga menimbulkan bekas pada kafan yang misterius itu.

Dalam DVD yang diberi judul The Fabric of Time, ilmuwan menggunakan teknologi mutakhir yang mampu memunculkan hologram tiga dimensi dari foto kafan itu. Dan hasilnya bisa dikatakan spektakuler.

Mereka menunjukkan gambar pada kafan yang dihasilkan bukan dari tubuh yang tergolek di atas batu, melainkan dari tubuh yang tanpa bobot, barangkali melayang di atas tempat peristirahatannya.

Film dokumen itu juga mempertegas pertanyaan sebelumnya mengenai tes karbon untuk mengetahui umur kain kafan itu. Pada penelitian sebelumnya, kain itu ditaksir dibuat di abad pertengahan.

Ahli forensik bersaksi bahwa bekas darah pada sudarium of Oviedo (kain penutup wajah Yesus) sama umurnya dengan kain kafan itu.

Sejarah dari sudarium merujuk pada abad ketujuh di Spanyol. Golongan darah pada kedua kain itu sama, yakni AB. Serbuk sari yang ditemukan pada sudarium juga cocok dengan kafan Turin.

Juni lalu Paus Benedict XVI mengumumkan, kain kafan itu akan dipamerkan pada 19 April hingga 23 Mei tahun 2010 mendatang. Menurut Vatican, Paus sendiri akan mengunjungi pameran itu pada 2 Mei 2010.

Sebelumnya ilmuwan Italia mengatakan, kain kafan Turin yang diklaim sebagai kain bekas pemakaman Yesus merupakan hasil rekayasa abad pertengahan berdasarkan hasil sejumlah eksperimen terhadap kain linen tersebut.

Disebutkan, kain yang panjangnya 14 kaki 4 inci (sekitar 4 meter) kali 3 kaki 7 inci itu memiliki bekas wajah seperti hasil negatif fotografik yang disebut-sebut wajah Yesus.

“Kami sudah menunjukkan bahwa ada kemungkinan untuk mereproduksi sesuatu yang memiliki karakteristik yang sama pada kain tersebut,” ujar Luigi Garlaschelli, profesor kimia di University of Pavia, yang memaparkan hasil eksperimennya melalui sebuah konferensi paranormal di utara Italia.

Kain Turin tersebut menunjukkan pada bagian belakang dan depan terdapat wajah seorang pria berjanggut dengan rambut panjang, kedua tangannya disilangkan di dada. Sementara di seluruh kainnya terdapat bercak darah di pergelangan tangan kaki dan sisi badan.

Dari uji coba penanggalan karbon yang dilakukan di sejumlah laboratorium di Oxford, Zurich, dan Arizona pada 1988 menimbulkan sensasi, kain tersebut terbuat antara tahun 1260 hingga 1390.

Hal itu menimbulkan spekulasi bahwa kain kafan Turin adalah hoax yang sengaja dibuat untuk tujuan bisnis wisatawan dan kunjungan ziarah.

Namun, para ilmuwan lantas kehilangan petunjuk bagaimana kain tersebut dibuat. Kemudian para ilmuwan menempatkan selembar kain linen di atas tubuh seorang relawan dan kemudian mengusapnya dengan pigmen yang berisikan zat asam. Topeng digunakan untuk menutupi wajah si relawan.

Pigmen tersebut secara artifisial mulai dipanasi di oven dan kemudian dicuci, sebuah proses yang mengangkat permukaannya sehingga menghasilkan bekas pada kain tersebut. Kemudian para ilmuwan menambahkan tetesan darah, lubang-lubang bekas bakar untuk mendapatkan efek terakhir. (wnd/rr)

sumber: Kompas.com

19 November 2009

Comments (View)
text

Jika Tuhan menjatuhkan batu

Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada seseorang yang ada di bawahnya. Pekerja itu berteriak-teriak tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin2 dan orang2 yang bekerja, sehingga usahanya sia2 saja. Oleh karena itu untuk menarik perhatian org yang ada di bawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan orang itu. Orang itu berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang keduapun memperoleh hasil yang sama.

Tiba2 ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala orang itu, dan karena merasa sakit orang itu menengadah ke atas. Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.

***Tuhan kadang2 menggunakan pengalaman2 yang menyakitkan untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Seringkali Tuhan memberi berkat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Karena itu memang lebih tepat jika Tuhan menjatuhkan batu kepada kita.***

10 November 2009

Comments (View)
text

Jumat pertama

Di berbagai macam paroki di Indonesia, gereja-gereja dipadati oleh umat tatkala merayakan misa Jumat Pertama. Berbeda dengan hari-hari Jumat lain, kendati pun ada perayaan Ekaristi, umat tidak mempunyai tradisi untuk menghadiri perayaan hari Jumat yang lain. Hari Jumat Pertama begitu berurat-akar dalam diri umat. Banyak umat merasa, bahwa mereka terpanggil untuk menghadiri misa Jumat Pertama sebagai mana mereka merasa wajib untuk menghadiri misa pada hari Minggu. Apakah latar belakang di balik perayaan Jumat Pertama?

Perayaan Jumat Pertama menunjuk pada devosi kepada Hati Kudus Yesus. Devosi Hati Kudus Yesus sebenarnya sudah dimulai pada abad 11 dan 12 Masehi di lingkungan biara-biara Benediktin dan Sistersian. Pada abad 13 sampai 16 Masehi, devosi ini menurun. Paruhan terakhir abad 16, devosi ini mulai hidup lagi. Yohanes dari Avila (1569), adalah salah satu di antaranya.

Pada abad 17, mulai menjamur pelbagai praktek devosi kepada Hati Kudus Yesus dari pelbagai tokoh spiritual di antaranya Santo Fransiskus Borgia, Santo Aloysius Gonzaga dan Beato Petrus Kanisius. Namun semuanya itu hanyalah devosi yang lebih bersifat pribadi. Kemudian Beato Yohanes Eudes (1602-1680) yang membuat devosi ini menjadi devosi umat, yang dirayakan dalam peribadatan. Ia bahkan menetapkan pesta liturgi khusus untuk devosi kepada Hati Kudus Yesus ini. Pada tanggal 31 Agustus 1670, pesta liturgis pertama untuk menghormati Hati Kudus Yesus dirayakan dengan begitu agung di Seminari Tinggi Rennes, Perancis.

Namun pada masa-masa itu perayaan Hati Kudus Yesus ini toh…belum menjadi belum resmi Gereja sedunia. Namun itu semua menjadi pintu masuk untuk devosi kepada Hati Kudus Yesus untuk seluruh Gereja.

Istilah Jumat Pertama sebagai devosi kepada Hati Kudus Yesus, muncul pada penampakan kepada Santa Maria Margaretha Alacoque (1647-1690) di Perancis. Ada beberapa penampakan Yesus kepadanya di mana Yesus mengungkapkan rupa-rupa misteri rohani,dan permintaan untuk penghormatan khusus kepada Allah. Pada penampakan ketiga dari Yesus kepadanya pada tahun 1674, Santa Maria Margaretha, Yesus menampakkan diri dalam kemuliaan dengan kelima luka penderitaannya yang bersinar bagaikan mentari, dan dari Hati Kudus Yesus tampaklah Hati Kudus Yesus yang mencinta. Yesus mengungkapkan, bahwa banyak orang tak menghormati dan menyangkal-Nya. Oleh karena itu, Yesus sebagai silih dan pepulih atas dosa-dosa manusia, Yesus meminta lewat Maria Margaretha untuk menghormatinya secara khusus.

Dalam penampakkan itu, secara khusus Yesus meminta untuk menerima Sakramen Mahakudus sesering mungkin. Secara khusus, Yesus meminta untuk menerima Komuni Kudus pada Hari Jumat Pertama setiap bulan, dan pada setiap Kamis Malam, Yesus membagikan penderitaan yang dirasakan-Nya di Taman Getsemani. Hari Jumat Pertama itulah yang dirayakan oleh segenap umat sampai sekarang ini. Dan Hari Kamis malam itulah yang masih dirayakan sampai sekarang ini di biara-biara dan oleh segelintir umat dengan perayaan devosional yang disebut “Hora Sancta” atau “Jam Suci’.

Kita tidak mengetahui, mengapa Yesus dengan jelas meminta untuk menerima Komuni Kudus pada hari Jumat Pertama. Jika dikaitkan dengan Hari Kamis malam sebagai kenangan akan derita Yesus di Taman Getsemani itu, sudah pasti bahwa Hari Jumat yang dimaksudkan Yesus itu adalah hari wafat-Nya di kayu salib. Mengapa harus hari Jumat Pertama dan bukan setiap hari Jumat? Kita juga tidak menemukan alasannya. Mungkin hari Jumat pada bulan baru menunjuk pada permulaan yang baik untuk kehidupan Kristen sepanjang bulan itu.

Setelah penampakan Yesus pada Maria Margaretha Alacoque, devosi kepada Hati Kudus Yesus berkembang pesat. Pada tahun 1856, Paus Pius IX menetapkan Pesta Hati Kudus Yesus pada Hari Jumat sesudah Pesta Tubuh dan Darah Kristus. Hal ini secara langsung berkaitan dengan permintaan Yesus pada Maria Margaretha Alacoque pada penampakan keempat pada tahun 1675 untuk menghormati Hati Kudus-Nya secara khusus, pada sebuah pesta liturgis yang khusus yang secara jelas diminta Yesus untuk diadakan pada hari Jumat sesudah Pesta Tubuh dan Darah Kristus. Itulah pesta liturgis yang sampai sekarang ini dirayakan oleh Gereja kita secara resmi.

Adalah hal yang baik, bahwa umat meneruskan devosi kepada Hati Kudus Yesus pada hari Jumat Pertama setiap bulan, karena anugerah khusus diberikan pada mereka yang menerima komuni pada sembilan hari Jumat Pertama berturut-turut yakni bahwa sebelum meninggal, orang tak akan mati dalam dosa, karena diberi pengampunan dosa. Orang akan mengalami kebahagiaan dalam keluarga dan penghiburan dalam derita.


diambil dari: http://bundamaria.wordpress.com

5 November 2009

Comments (View)
text

Kisah Pohon Tua

Suatu ketika, di sebuah padang, tersebutlah sebatang pohon rindang. Dahannya rimbun dengan dedaunan. Batangnya tinggi menjulang. Akarnya,tampak menonjol keluar, menembus tanah hingga dalam. Pohon itu, tampak gagah di banding dengan pohon-pohon lain di sekitarnya. Pohon itupun, menjadi tempat hidup bagi beberapa burung disana. Mereka membuat sarang, dan bergantung hidup pada batang-batangnya. Burung-burung itu membuat lubang, dan mengerami telur-telur mereka dalam kebesaran pohon itu. Pohon itupun merasa senang, mendapatkan teman, saat mengisi hari-harinya yang panjang.
Orang-orang pun bersyukur atas keberadaan pohon tersebut. Mereka kerap singgah, dan berteduh pada kerindangan pohon itu. Orang-orang itu sering duduk, dan membuka bekal makan, di bawah naungan dahan-dahan. “Pohon yang sangat berguna”, begitu ujar mereka setiap selesai berteduh. Lagi-lagi, sang pohon pun bangga mendengar perkataan tadi.

Namun, waktu terus berjalan. Sang pohon pun mulai sakit-sakitan. Daun-daunnya rontok, ranting-rantingnya pun mulai berjatuhan. Tubuhnya,kini mulai kurus dan pucat. Tak ada lagi kegagahan yang dulu di milikinya. Burung-burung pun mulai enggan bersarang disana. Orang yang lewat, tak lagi mau mampir dan singgah untuk berteduh.

Sang pohon pun bersedih. “Ya Tuhan, mengapa begitu berat ujian yang Kau berikan padaku ? Aku butuh teman. Tak ada lagi yang mau mendekatiku. Mengapa Kau ambil semua kemuliaan yang pernah aku miliki ?”, begitu ratap sang pohon, hingga terdengar ke seluruh hutan. “Mengapa tak Kau tumbangkan saja tubuhku, agar aku tak perlu merasakan siksaan ini ? Sang pohon terus menangis, membasahi tubuhnya yang kering.

Musim telah berganti, namun keadaan belumlah mau berubah. Sang pohon tetap kesepian dalam kesendiriannya. Batangnya tampak semakin kering. Ratap dan tangis terus terdengar setiap malam, mengisi malam-malam hening yang panjang. Hingga pada saat pagi menjelang.

“Cittt…cericirit…cittt”. Ah suara apa itu ? Ternyata, ada seekor anak burung yang baru menetas. Sang pohon terhenyak dalam lamunannya. Cittt…cericirit…cittt, suara itu makin keras melengking. Ada lagi anak burung yang baru lahir. Lama kemudian, riuhlah pohon itu atas kelahiran burung-burung baru. Satu…dua…tiga…dan empat anak burung lahir ke dunia. “Ah, doaku di jawab-Nya”, begitu seru sang pohon.

Keesokan harinya, beterbanganlah banyak burung ke arah pohon itu. Mereka, akan membuat sarang-sarang baru. Ternyata, batang kayu yang kering,mengundang burung dengan jenis tertentu tertarik untuk mau bersarang disana. Burung-burung itu merasa lebih hangat berada di dalam batang yang kering, ketimbang sebelumnya. Jumlahnya pun lebih banyak dan lebih beragam. “Ah, kini hariku makin cerah bersama burung-burung ini”, gumam sang pohon dengan berbinar.

Sang pohon pun kembali bergembira. Dan ketika dilihatnya ke bawah, hatinya kembali membuncah. Ada sebatang tunas baru yang muncul di dekat akarnya. Sang Tunas tampak tersenyum. Ah, rupanya, airmata sang pohon tua itu, membuahkan bibit baru yang akan melanjutkan pengabdiannya pada alam.

Moral cerita :

Allah memang selalu punya rencana-rencana rahasia buat kita. Allah, dengan kuasaNya yang maha tinggi dan maha mulia, akan selalu memberikan jawaban-jawaban buat kita. Walaupun kadang penyelesaiannya tak selalu mudah di tebak, namun yakinlah, Allah tahu apa yang terbaik buat kita.

Ketika dititipkan-Nya cobaan buat kita, di saat itu diberikan-Nya kita karunia yang berlimpah. Ujian yang diberikan-Nya, bukanlah harga mati, bukanlah suatu hal yang tak dapat disiasati. Saat Allah memberikan cobaan pada sang Pohon, maka sesungguhnya Allah, sedang MENUNDA memberikan kemuliaan-Nya. Allah tidak memilih untuk menumbangkannya, sebab Dia menyimpan sejumlah rahasia. Allah, sedang menguji kesabaran yang dimilikinya.

Sahabat, yakinlah, apapun cobaan yang kita hadapi, adalah bagian dari rangkaian kemuliaan yang sedang dipersiapkan-Nya buat kita. Jangan putus asa, jangan lemah hati. Allah, selalu bersama orang-orang yang sabar.”

1 November 2009

Comments (View)
text

Lomba paduan suara, dirigen dan mazmur


Dalam rangka ulang tahun paroki yang ke-42, diadakan kembali “Lomba paduan suara, dirigen dan mazmur”. Lomba ini diadakan untuk warga paroki Lembang saja, karena tujuan dari lomba ini bukanlah kompetisi melainkan mencari dan mengembangkan umat paroki dalam bidang-bidang yang dilombakan sehingga nantinya paroki Lembang bisa “mandiri” dalam ketiga hal tersebut.

Tiga juri yang sudah berpengalaman turut serta memeriahkan lomba ini yakni Pa Felix, Pa Maxi dan Mas Tomi. Kriteria penilaian salah satunya meliputi ketepatan nada, dinamika lagu, ekspresi, dan lain-lain.

Juga mulai tahun ini ada piala bergilir yang diperebutkan oleh juara umum.

Setelah lomba, setelah makan siang dan setelah acara menyanyi dan bergoyang bersama, tibalah saatnya membacakan keputusan para juri.

Untuk paduan suara :
Juara 1, lingkungan St. Andreas

Juara 2, lingkungan St. Lukas

Juara 3, lingkungan St. Markus

Juara Harapan 1, kategorial PDPKK

Juara Harapan 2, kategorial Ibu-ibu paroki

Juara Harapan 3, lingkungan St. Matius

Dan juara umum diperoleh oleh lingkungan St. Andreas. Demikian dan berakhirlah seluruh rangkaian acara.

29 October 2009

Comments (View)
quote
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
— Yohanes 1:1

29 October 2009

Comments (View)
quote
Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah.
— 2 Korintus 1:20

27 October 2009

Comments (View)