home

Karmel Lembang



text

Kesaksian doa

Saya ingin bersaksi, dulu saya berdoa di Karmel, datang setiap hari untuk memohon terkabulnya doa saya, yaitu lulus kuliah, mendapat jodoh yang baik, dan mendapat pekerjaan berpenghasilan besar.

Dalam jangka waktu tertentu doa saya terkabul satu persatu dan saya sangat bersyukur kepada Tuhan Yesus dan Bunda Maria. Namun, 6 bulan terakhir ini saya terlalu sibuk dengan pekerjaan saya sehingga sering tidak datang ke gereja dan perlahan kusadari bahwa Tuhan menegur saya dengan pertama-tama saya putus dengan pacar saya kemudian baru-baru ini saya kehilangan pekerjaan.

Saya mohon ampunan kepada Tuhan, segala kehendak-Nya dapat terjadi. Ampuni saya Tuhan Yesus Kristus dan Perawan Maria, saya ingin berubah menjadi terbaik dan mendapatkan jalan hidup yang terbaik dari Yesus Kristus. Saya yakin dan percaya Tuhan memberikan rencana yang indah untuk saya.

—Kesaksian dari salah satu umat yang suka berdoa di gereja Karmel, dikirimkan via submission (red).

text

Artikel BISING MENGEPUNG, Untuk berbagi info kesehatan bagi umat kita

BISING MENGEPUNG

Oleh Yan Edwin Bunde

KSM THT-KL RS Immanuel-FK Maranatha Bandung

Sekretaris Komda Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian  Prov. Jabar

 

            Di jaman seperti saat ini, kita manusia disibukkan oleh begitu banyak aktifitas yang menyedot banyak waktu dan tenaga, sehingga masalah kesehatan individual mungkin bisa terlupakan. Hidup jaman modern seperti sekarang ini, dengan perkembangan teknologi disemua bidang, membuat hidup manusia lebih mudah dan berhasil guna. Namun semua itu bukan tanpa resiko dan tanpa efek samping negatif. Salah satu yang mesti sudah harus memperoleh perhatian kita adalah masalah bising (noise) yang disadari atau tidak, hadir disekeliling kita. Hampir setiap hari kita, mulai dari usia yang sangat muda sampai tua, dapat terpapar bising. Apa itu bising dan mengapa ia harus kita waspadai ?

            Bising menurut kamus besar Bahasa Indonesia edisi IV tahun 2008 adalah suara atau bunyi ramai, hiruk-pikuk yang memekakkan telinga, atau secara kesehatan masyarakat adalah suara yang tidak diharapkan dan yang tidak menyenangkan yang menggangu masuknya suara yang diinginkan ke dalam telinga atau suara yang diinginkan namun berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan. Bahkan oleh WHO, bising dikategorikan sebagai salah satu jenis polutan. Bising sudah menjadi isu global yang menjadi pemikiran di setiap negara di dunia terutama di negara maju.

            Ada apa dengan bising ini, sehingga harus diwaspadai dan diantisipasi? Dampak bising ternyata sangat luas dan multiefek. Bising menyebabkan gangguan secara fisiologis, psikologis dan auditoris. Secara fisiologis, bising menyebabkan ketegangan otot, penyempitan pembuluh darah, peningkatan tekanan darah, peningkatan denyut nadi, peningkatan basal metabolisme yang kelamaan akan bermuara pada masalah di pembuluh darah dan jantung. Akibat bising pada aspek psikologis adalah kesulitan berkonsentrasi, gangguan tidur, memicu emosi yang labil, cepat lelah dan bermuara pada stres kejiwaan. Dampak yang paling berbahaya adalah adanya gangguan audiotoris (pendengaran) sampai ketulian. Gangguan pendengaran bersifat perlahan sampai progresif pada bagian syaraf pendengaran menyebabkan ketulian yang bersifat menetap. Hal itu terjadi karena pajanan bising atau suara keras yang berintensitas tinggi dalam tenggang waktu yang lama dan berulang.

            Bising dapat bersumber dari dua hal, yaitu dari bising okupasi dan non okupasi. Bising okupasi yaitu bising yang timbul akibat pekerjaan, seperti di pabrik, industri, alat-alat yang digunakan bekerja yang mengeluarkan suara bising. Bising non okupasi yaitu yang didapati dalam lingkungan rumah, tempat hiburan atau jalan raya.

            Bising di pabrik atau industri tentu jelas semestinya dapat diantisipasi karena jelas akan terdengar bising tersebut akibat suara alat-alat tertentu. Menggunakan alat pelindung telinga untuk mengurangi bising yang diterima telinga dan mengatur waktu pajanan yang diterima. Masalah bising di tempat kerja, sudah diatur dalam peraturan yang mewajibkan berapa lama paparan bising berdasarkan intensitas keras bunyi yang dihasilkan diarea tersebut. seperti tercantum di KepMenaker 51/MEN/1999 tentang Batas Kebisingan Area Kerja yakni: Intensitas bunyi  85 dB (decibel) untuk waktu 8 jam, intensitas bunyi 88 dB untuk waktu 4 jam, intensitas bunyi 91dB untuk waktu 2 jam, intensitas bunyi 94 dB untuk waktu 1 jam, intensitas bunyi 97dB untuk waktu 30 menit, dan intensitas bunyi 100dB untuk waktu 15 menit. Sebagai perbandingan, intensitas bunyi saat kita bercakap-cakap sebesar 40-50 dB, bunyi telepon berdering atau motor distarter sekitar 80-85  dB, bunyi truk sebesar 90 dB, pengeboran jalan sekitar 115 dB, bunyi pesawat jet take off sekitar 120-13 dB.

 

            Namun yang kadang kita lupakan adalah masalah bising yang non okupasional yaitu dalam kehidupan sehari-hari yang kita terima. Seperti betapa asyiknya mendengarkan musik langsung ketelinga kita dengan earphone, tapi hal ini harus dilakukan dengan bijak. Volume suara musik yang langsung diberikan keliang telinga kita dengan intensitas yang keras dan durasi yang lama disertai kerentanan individu maka dapat menyebabkan gangguan pendengaran termasuk pengarun non audiotorik seperti yang sudah dijelaskan diatas. Saat berkendaraan roda dua, banyak yang menggunakan earphone, karena bising lalulintas maka volume ditingkatkan dan berkendara jarak jauh, ini hal yang rentan menyebabkan gangguan pendengaran. Kebiasaan yang sama saat dipesawat terbang, saat di tempat fitness, atau dirumah sampai ketiduran, dimana earphone terus menyajikan musik, berpengaruh bagi pendengaran secara akumulasi yang perlahan tapi pasti. Belum lagi bunyi knalpot motor atau mobil yang sengaja dimodifikasi untuk mengeluarkan suara yang memekakkan telinga.

            Saat waktu yang menyenangkan saat kita bernyanyi dirumah menyanyi, saat dibioskop, saat di konser musik atau tempat tempat live music, dan tempat keramaian lainnya dimana intensitas bunyi yang cukup tinggi terus menerus diterima telinga kita menyebabkan kelelahan bagi telinga dalam yang memungkinkan terjadi gangguan pendengaran. Dipusat perbelanjaan, ditempat-tempat bermain anak, oleh Komnas Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian, telah meneliti di 10 kota besar di negara kita ini, ternyata rata-rata keras bunyi di tempat itu mencapai  90-97 dB (artinya jangan melebihi satu jam ditempat seperti itu)

            Belum lagi segala macam alat-alat modern yang ada dirumah atau dimobil kita seperti stereo set, home theater, pemutar musik, televisi, gadget, mainan anak yang mengeluarkan suara keras, alat-alat rumah tangga dan perlengkapan dapur serta lainnya adalah sumber bising yang akrab dengan diri kita.

            Teman-teman yang karena hobi atau pekerjaaannya, yang menyebabkan mereka harus selalu terkena paparan bising dan suara tinggi seperti pemain band, pemusik, teknisi suara, studio musik dan lain lain, harus mengantisipasi hal ini karena imbasnya berlaku bagi siapa saja. Juga pada kegiatan sport yang menggunakan pistol atau senapan yang mengeluarkan bunyi kencang. Telinga hanya bisa aman dari bising sepanjang kita dengan bijaksana mengurangi bunyi yang masuk ketelinga kita atau kita menjauh dari sumber bising tersebut. Bahkan  dijalan raya dikota kota besar, bising lalulintas cukup besar intensitasnya yang bisa mencapai 85 dB keatas.  Belum lagi di daerah yang dilalui kereta api, tranportasi udara dan laut, akan ada bunyi yang keras dan rutin yang akan masuk ketelinga mereka yang berdiam didaerah itu.

            Gangguan Pendengaran Akibat bising mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) Pendengaran berkurang perlahan-lahan seperti menaikkan volume televisi dari kebiasaan semula, berbicara menjadi lebih keras, dan sampai meminta berulang kali orang mengucapakan kata karena tidak mendengar baik; 2) Telinga berdenging (tinnitus); 3)Sulit memahami percakapan dgn kekerasan biasa; 4) Sulit memahami percakapan di lingkungan bising; dan 5) Distorsi kualitas suara.

 

            Kita yang senang musik, batasi paparan bising dengan mengatur volume alat penghasil musik kita maksimal 60 % kemampuannya dan durasi 1 jam dalam sehari. Hindari berada ditempat yang menghasilkan bunyi keras/bising tersebut. Beri telinga kita waktu beristirahat. Jadikan pemeriksaan audiometri sebagai rutinitas dalam medical check up kita. Semoga pengaruh bising yang berbahaya ini dapat kita sadari bersama. Semoga gangguan pendengaran bisa kita cegah dan akibat seperti mudah stress, marah dan mudah emosi akibat bising tidak berdampak bagi masyarakat kita. Dengan demikian, kita dijaman sekarang ini memang sebaiknya meluangkan waktu mencari keheningan untuk mengistirahatkan telinga dan mendamaikan batin kita demi berkarya lebih baik lagi bagi sesama dan bangsa tercinta ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                Marilah kita semua elemen bangsa tercinta ini agar menumbuh-kembangkan kesadaran dan pemahaman akan bahaya bising. Kita mulai sejak dini dari pribadi kita sendiri; yang kita tularkan ke keluarga kita lalu lingkungan sekitar kita. Karena bahaya yang mengancam bukan pada diri kita tapi masyarakat banyak, termasuk kualitas hidup bangsa kita dimasa datang. Tidak ada kata terlambat, dan upaya itu walau mungkin kecil cakupannya namun jika dilakukan oleh tiap-tiap kita anggota masyarakat, perlahan tapi pasti akan berfaedah dan berdaya guna. Mari kita cermati hal ini lalu kita pelihara dengan baik kesehatan pendengaran kita, Semoga demikian. (Untuk informasi kesehatan pendengaran dan telinga, klik like pada page facebook : Komnas Penanggulangan Gangguan Pendengaran & Ketulian atau follow Twitter : @KOMNASPGPKT)

 

 

Oleh : Yan Edwin Bunde, jln Anta Boga No 11A, Singgasana Pradana, Bandung, 081220175888, yan_edwinbunde@yahoo.com

 

text

Jadwal Perayaan Pekan Suci 2010

Rabu 24 Maret 2010, Pk 18.00
Ibadat tobat bersama
Dilanjutkan dengan pengakuan dosa secara pribadi.

Sabtu 27 Maret, Pk 17.45 dan Minggu 18 Maret, Pk 08.00
Minggu Palma
Umat diharapkan turut berpartisipasi membawa daun palma, walaupun pihak gereja sudah menyiapkan.

Kamis 1 April 2010, Pk 19.00
Kamis Putih

Dilanjutkan dengan tuguran seusai misa.
Diharapkan umat dapat menemani Yesus secara bergiliran selama masing-masing 1 jam hingga Pk 24.00.

Jumat 2 April 2010, Pk 08.00
Jalan salib untuk umum.

Jumat 2 April 2010, Pk 09.00

Jalan salib untuk anak-anak.

Jumat 2 April 2010, Pk 15.00
Upacara Penghormatan Salib

OMK Paroki St. Fatima Lembang akan berjualan bunga untuk penghormatan salib.

Sabtu 3 April 2010, Pk 19.00
Sabtu Suci / Malam Paskah

OMK Paroki St. Fatima Lembang akan berjualan lilin.
Seusai misa, dilanjutkan dengan acara ramah tamah di Aula Griya Fatima.

Minggu 4 April 2010, Pk 08.00
Hari Raya Paskah

Seusai misa, dilanjutkan dengan acara Perayaan Paskah bersama Bina Iman Anak dan dewasa di Pasturan Pasirhandap.

text

Pastur Paroki St. Maria Fatima Lembang yang baru

Romo Thomas Sunarto, Pr. atau yang lebih akrab disapa dengan Rm. Narto, menggantikan tugas Rm Hilman yang sekarang diutus untuk menggembalakan umatnya di Purwakarta. Tiga tahun imamat pertamanya dihabiskan di Tasikmalaya sebagai pastur pembantu, satu setengah tahun selanjutnya menemani frater-frater di Fermentum, Bandung dan setelah itu menjadi pastur paroki di Lembang. Semoga pastur baru ini bisa kerasan di Lembang dan dapat lebih memajukan lagi umat paroki lembang. Berikut foto Rm Narto saat acara lepas sambut.
Misa ‘sertijab’ menurut Rm. Wirasmohadi
Dari kiri : Rm. Sunarto, Rm. Wirasmohadi, Rm. Hilman
Makan bersaam di Griya Fatimah untuk menyambut pastur baru

text

Misa malam natal dan Hari natal

Misa malam natal : 24 Desember, pk 19.00

Misa hari raya natal : 25 Desember, pk 08.00

Parkir terbatas, diharapkan bagi umat setempat maupun tamu yang menginap di dekat gereja untuk berjalan kaki ke gereja, atau 1 mobil dapat dipenuhi penumpang hingga lebih efisien.

22 December 2009

Comments (View)
text

Misteri Kafan Yesus, Tubuh Dalam Kafan Itu Melayang

TURIN, KOMPAS.com — Kain kafan dari Turin (shroud of Turin) telah lama menjadi kajian para ahli yang ingin mengungkap rahasianya. Kain kafan ini dipercayai sebagai kafan pembungkus Yesus setelah disalibkan.

Ilmuwan kini mengungkap bahwa tubuh yang diselubungi kafan itu tidak tergolek di atas batu, tetapi melayang atau tanpa bobot sehingga menimbulkan bekas pada kafan yang misterius itu.

Dalam DVD yang diberi judul The Fabric of Time, ilmuwan menggunakan teknologi mutakhir yang mampu memunculkan hologram tiga dimensi dari foto kafan itu. Dan hasilnya bisa dikatakan spektakuler.

Mereka menunjukkan gambar pada kafan yang dihasilkan bukan dari tubuh yang tergolek di atas batu, melainkan dari tubuh yang tanpa bobot, barangkali melayang di atas tempat peristirahatannya.

Film dokumen itu juga mempertegas pertanyaan sebelumnya mengenai tes karbon untuk mengetahui umur kain kafan itu. Pada penelitian sebelumnya, kain itu ditaksir dibuat di abad pertengahan.

Ahli forensik bersaksi bahwa bekas darah pada sudarium of Oviedo (kain penutup wajah Yesus) sama umurnya dengan kain kafan itu.

Sejarah dari sudarium merujuk pada abad ketujuh di Spanyol. Golongan darah pada kedua kain itu sama, yakni AB. Serbuk sari yang ditemukan pada sudarium juga cocok dengan kafan Turin.

Juni lalu Paus Benedict XVI mengumumkan, kain kafan itu akan dipamerkan pada 19 April hingga 23 Mei tahun 2010 mendatang. Menurut Vatican, Paus sendiri akan mengunjungi pameran itu pada 2 Mei 2010.

Sebelumnya ilmuwan Italia mengatakan, kain kafan Turin yang diklaim sebagai kain bekas pemakaman Yesus merupakan hasil rekayasa abad pertengahan berdasarkan hasil sejumlah eksperimen terhadap kain linen tersebut.

Disebutkan, kain yang panjangnya 14 kaki 4 inci (sekitar 4 meter) kali 3 kaki 7 inci itu memiliki bekas wajah seperti hasil negatif fotografik yang disebut-sebut wajah Yesus.

“Kami sudah menunjukkan bahwa ada kemungkinan untuk mereproduksi sesuatu yang memiliki karakteristik yang sama pada kain tersebut,” ujar Luigi Garlaschelli, profesor kimia di University of Pavia, yang memaparkan hasil eksperimennya melalui sebuah konferensi paranormal di utara Italia.

Kain Turin tersebut menunjukkan pada bagian belakang dan depan terdapat wajah seorang pria berjanggut dengan rambut panjang, kedua tangannya disilangkan di dada. Sementara di seluruh kainnya terdapat bercak darah di pergelangan tangan kaki dan sisi badan.

Dari uji coba penanggalan karbon yang dilakukan di sejumlah laboratorium di Oxford, Zurich, dan Arizona pada 1988 menimbulkan sensasi, kain tersebut terbuat antara tahun 1260 hingga 1390.

Hal itu menimbulkan spekulasi bahwa kain kafan Turin adalah hoax yang sengaja dibuat untuk tujuan bisnis wisatawan dan kunjungan ziarah.

Namun, para ilmuwan lantas kehilangan petunjuk bagaimana kain tersebut dibuat. Kemudian para ilmuwan menempatkan selembar kain linen di atas tubuh seorang relawan dan kemudian mengusapnya dengan pigmen yang berisikan zat asam. Topeng digunakan untuk menutupi wajah si relawan.

Pigmen tersebut secara artifisial mulai dipanasi di oven dan kemudian dicuci, sebuah proses yang mengangkat permukaannya sehingga menghasilkan bekas pada kain tersebut. Kemudian para ilmuwan menambahkan tetesan darah, lubang-lubang bekas bakar untuk mendapatkan efek terakhir. (wnd/rr)

sumber: Kompas.com

19 November 2009

Comments (View)
text

Jika Tuhan menjatuhkan batu

Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada seseorang yang ada di bawahnya. Pekerja itu berteriak-teriak tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin2 dan orang2 yang bekerja, sehingga usahanya sia2 saja. Oleh karena itu untuk menarik perhatian org yang ada di bawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan orang itu. Orang itu berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang keduapun memperoleh hasil yang sama.

Tiba2 ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala orang itu, dan karena merasa sakit orang itu menengadah ke atas. Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.

***Tuhan kadang2 menggunakan pengalaman2 yang menyakitkan untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Seringkali Tuhan memberi berkat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Karena itu memang lebih tepat jika Tuhan menjatuhkan batu kepada kita.***

10 November 2009

Comments (View)
text

Jumat pertama

Di berbagai macam paroki di Indonesia, gereja-gereja dipadati oleh umat tatkala merayakan misa Jumat Pertama. Berbeda dengan hari-hari Jumat lain, kendati pun ada perayaan Ekaristi, umat tidak mempunyai tradisi untuk menghadiri perayaan hari Jumat yang lain. Hari Jumat Pertama begitu berurat-akar dalam diri umat. Banyak umat merasa, bahwa mereka terpanggil untuk menghadiri misa Jumat Pertama sebagai mana mereka merasa wajib untuk menghadiri misa pada hari Minggu. Apakah latar belakang di balik perayaan Jumat Pertama?

Perayaan Jumat Pertama menunjuk pada devosi kepada Hati Kudus Yesus. Devosi Hati Kudus Yesus sebenarnya sudah dimulai pada abad 11 dan 12 Masehi di lingkungan biara-biara Benediktin dan Sistersian. Pada abad 13 sampai 16 Masehi, devosi ini menurun. Paruhan terakhir abad 16, devosi ini mulai hidup lagi. Yohanes dari Avila (1569), adalah salah satu di antaranya.

Pada abad 17, mulai menjamur pelbagai praktek devosi kepada Hati Kudus Yesus dari pelbagai tokoh spiritual di antaranya Santo Fransiskus Borgia, Santo Aloysius Gonzaga dan Beato Petrus Kanisius. Namun semuanya itu hanyalah devosi yang lebih bersifat pribadi. Kemudian Beato Yohanes Eudes (1602-1680) yang membuat devosi ini menjadi devosi umat, yang dirayakan dalam peribadatan. Ia bahkan menetapkan pesta liturgi khusus untuk devosi kepada Hati Kudus Yesus ini. Pada tanggal 31 Agustus 1670, pesta liturgis pertama untuk menghormati Hati Kudus Yesus dirayakan dengan begitu agung di Seminari Tinggi Rennes, Perancis.

Namun pada masa-masa itu perayaan Hati Kudus Yesus ini toh…belum menjadi belum resmi Gereja sedunia. Namun itu semua menjadi pintu masuk untuk devosi kepada Hati Kudus Yesus untuk seluruh Gereja.

Istilah Jumat Pertama sebagai devosi kepada Hati Kudus Yesus, muncul pada penampakan kepada Santa Maria Margaretha Alacoque (1647-1690) di Perancis. Ada beberapa penampakan Yesus kepadanya di mana Yesus mengungkapkan rupa-rupa misteri rohani,dan permintaan untuk penghormatan khusus kepada Allah. Pada penampakan ketiga dari Yesus kepadanya pada tahun 1674, Santa Maria Margaretha, Yesus menampakkan diri dalam kemuliaan dengan kelima luka penderitaannya yang bersinar bagaikan mentari, dan dari Hati Kudus Yesus tampaklah Hati Kudus Yesus yang mencinta. Yesus mengungkapkan, bahwa banyak orang tak menghormati dan menyangkal-Nya. Oleh karena itu, Yesus sebagai silih dan pepulih atas dosa-dosa manusia, Yesus meminta lewat Maria Margaretha untuk menghormatinya secara khusus.

Dalam penampakkan itu, secara khusus Yesus meminta untuk menerima Sakramen Mahakudus sesering mungkin. Secara khusus, Yesus meminta untuk menerima Komuni Kudus pada Hari Jumat Pertama setiap bulan, dan pada setiap Kamis Malam, Yesus membagikan penderitaan yang dirasakan-Nya di Taman Getsemani. Hari Jumat Pertama itulah yang dirayakan oleh segenap umat sampai sekarang ini. Dan Hari Kamis malam itulah yang masih dirayakan sampai sekarang ini di biara-biara dan oleh segelintir umat dengan perayaan devosional yang disebut “Hora Sancta” atau “Jam Suci’.

Kita tidak mengetahui, mengapa Yesus dengan jelas meminta untuk menerima Komuni Kudus pada hari Jumat Pertama. Jika dikaitkan dengan Hari Kamis malam sebagai kenangan akan derita Yesus di Taman Getsemani itu, sudah pasti bahwa Hari Jumat yang dimaksudkan Yesus itu adalah hari wafat-Nya di kayu salib. Mengapa harus hari Jumat Pertama dan bukan setiap hari Jumat? Kita juga tidak menemukan alasannya. Mungkin hari Jumat pada bulan baru menunjuk pada permulaan yang baik untuk kehidupan Kristen sepanjang bulan itu.

Setelah penampakan Yesus pada Maria Margaretha Alacoque, devosi kepada Hati Kudus Yesus berkembang pesat. Pada tahun 1856, Paus Pius IX menetapkan Pesta Hati Kudus Yesus pada Hari Jumat sesudah Pesta Tubuh dan Darah Kristus. Hal ini secara langsung berkaitan dengan permintaan Yesus pada Maria Margaretha Alacoque pada penampakan keempat pada tahun 1675 untuk menghormati Hati Kudus-Nya secara khusus, pada sebuah pesta liturgis yang khusus yang secara jelas diminta Yesus untuk diadakan pada hari Jumat sesudah Pesta Tubuh dan Darah Kristus. Itulah pesta liturgis yang sampai sekarang ini dirayakan oleh Gereja kita secara resmi.

Adalah hal yang baik, bahwa umat meneruskan devosi kepada Hati Kudus Yesus pada hari Jumat Pertama setiap bulan, karena anugerah khusus diberikan pada mereka yang menerima komuni pada sembilan hari Jumat Pertama berturut-turut yakni bahwa sebelum meninggal, orang tak akan mati dalam dosa, karena diberi pengampunan dosa. Orang akan mengalami kebahagiaan dalam keluarga dan penghiburan dalam derita.


diambil dari: http://bundamaria.wordpress.com

5 November 2009

Comments (View)
text

Kisah Pohon Tua

Suatu ketika, di sebuah padang, tersebutlah sebatang pohon rindang. Dahannya rimbun dengan dedaunan. Batangnya tinggi menjulang. Akarnya,tampak menonjol keluar, menembus tanah hingga dalam. Pohon itu, tampak gagah di banding dengan pohon-pohon lain di sekitarnya. Pohon itupun, menjadi tempat hidup bagi beberapa burung disana. Mereka membuat sarang, dan bergantung hidup pada batang-batangnya. Burung-burung itu membuat lubang, dan mengerami telur-telur mereka dalam kebesaran pohon itu. Pohon itupun merasa senang, mendapatkan teman, saat mengisi hari-harinya yang panjang.
Orang-orang pun bersyukur atas keberadaan pohon tersebut. Mereka kerap singgah, dan berteduh pada kerindangan pohon itu. Orang-orang itu sering duduk, dan membuka bekal makan, di bawah naungan dahan-dahan. “Pohon yang sangat berguna”, begitu ujar mereka setiap selesai berteduh. Lagi-lagi, sang pohon pun bangga mendengar perkataan tadi.

Namun, waktu terus berjalan. Sang pohon pun mulai sakit-sakitan. Daun-daunnya rontok, ranting-rantingnya pun mulai berjatuhan. Tubuhnya,kini mulai kurus dan pucat. Tak ada lagi kegagahan yang dulu di milikinya. Burung-burung pun mulai enggan bersarang disana. Orang yang lewat, tak lagi mau mampir dan singgah untuk berteduh.

Sang pohon pun bersedih. “Ya Tuhan, mengapa begitu berat ujian yang Kau berikan padaku ? Aku butuh teman. Tak ada lagi yang mau mendekatiku. Mengapa Kau ambil semua kemuliaan yang pernah aku miliki ?”, begitu ratap sang pohon, hingga terdengar ke seluruh hutan. “Mengapa tak Kau tumbangkan saja tubuhku, agar aku tak perlu merasakan siksaan ini ? Sang pohon terus menangis, membasahi tubuhnya yang kering.

Musim telah berganti, namun keadaan belumlah mau berubah. Sang pohon tetap kesepian dalam kesendiriannya. Batangnya tampak semakin kering. Ratap dan tangis terus terdengar setiap malam, mengisi malam-malam hening yang panjang. Hingga pada saat pagi menjelang.

"Cittt…cericirit…cittt". Ah suara apa itu ? Ternyata, ada seekor anak burung yang baru menetas. Sang pohon terhenyak dalam lamunannya. Cittt…cericirit…cittt, suara itu makin keras melengking. Ada lagi anak burung yang baru lahir. Lama kemudian, riuhlah pohon itu atas kelahiran burung-burung baru. Satu…dua…tiga…dan empat anak burung lahir ke dunia. "Ah, doaku di jawab-Nya", begitu seru sang pohon.

Keesokan harinya, beterbanganlah banyak burung ke arah pohon itu. Mereka, akan membuat sarang-sarang baru. Ternyata, batang kayu yang kering,mengundang burung dengan jenis tertentu tertarik untuk mau bersarang disana. Burung-burung itu merasa lebih hangat berada di dalam batang yang kering, ketimbang sebelumnya. Jumlahnya pun lebih banyak dan lebih beragam. “Ah, kini hariku makin cerah bersama burung-burung ini”, gumam sang pohon dengan berbinar.

Sang pohon pun kembali bergembira. Dan ketika dilihatnya ke bawah, hatinya kembali membuncah. Ada sebatang tunas baru yang muncul di dekat akarnya. Sang Tunas tampak tersenyum. Ah, rupanya, airmata sang pohon tua itu, membuahkan bibit baru yang akan melanjutkan pengabdiannya pada alam.

Moral cerita :

Allah memang selalu punya rencana-rencana rahasia buat kita. Allah, dengan kuasaNya yang maha tinggi dan maha mulia, akan selalu memberikan jawaban-jawaban buat kita. Walaupun kadang penyelesaiannya tak selalu mudah di tebak, namun yakinlah, Allah tahu apa yang terbaik buat kita.

Ketika dititipkan-Nya cobaan buat kita, di saat itu diberikan-Nya kita karunia yang berlimpah. Ujian yang diberikan-Nya, bukanlah harga mati, bukanlah suatu hal yang tak dapat disiasati. Saat Allah memberikan cobaan pada sang Pohon, maka sesungguhnya Allah, sedang MENUNDA memberikan kemuliaan-Nya. Allah tidak memilih untuk menumbangkannya, sebab Dia menyimpan sejumlah rahasia. Allah, sedang menguji kesabaran yang dimilikinya.

Sahabat, yakinlah, apapun cobaan yang kita hadapi, adalah bagian dari rangkaian kemuliaan yang sedang dipersiapkan-Nya buat kita. Jangan putus asa, jangan lemah hati. Allah, selalu bersama orang-orang yang sabar.”

1 November 2009

Comments (View)
text

Lomba paduan suara, dirigen dan mazmur


Dalam rangka ulang tahun paroki yang ke-42, diadakan kembali “Lomba paduan suara, dirigen dan mazmur”. Lomba ini diadakan untuk warga paroki Lembang saja, karena tujuan dari lomba ini bukanlah kompetisi melainkan mencari dan mengembangkan umat paroki dalam bidang-bidang yang dilombakan sehingga nantinya paroki Lembang bisa “mandiri” dalam ketiga hal tersebut.

Tiga juri yang sudah berpengalaman turut serta memeriahkan lomba ini yakni Pa Felix, Pa Maxi dan Mas Tomi. Kriteria penilaian salah satunya meliputi ketepatan nada, dinamika lagu, ekspresi, dan lain-lain.

Juga mulai tahun ini ada piala bergilir yang diperebutkan oleh juara umum.

Setelah lomba, setelah makan siang dan setelah acara menyanyi dan bergoyang bersama, tibalah saatnya membacakan keputusan para juri.

Untuk paduan suara :
Juara 1, lingkungan St. Andreas

Juara 2, lingkungan St. Lukas

Juara 3, lingkungan St. Markus

Juara Harapan 1, kategorial PDPKK

Juara Harapan 2, kategorial Ibu-ibu paroki

Juara Harapan 3, lingkungan St. Matius

Dan juara umum diperoleh oleh lingkungan St. Andreas. Demikian dan berakhirlah seluruh rangkaian acara.

29 October 2009

Comments (View)